Kisah Malang Bocah Penderita Leukimia Tak Pernah Dijenguk Oleh Ayahnya
Setiap manusia di muka bumi ini pasti diberikan ujian oleh Sang Maha Pencipta. Baik ujian itu berat maupun ringan, pasti manusia pernah merasakannya. Seperti kisah anak satu ini yang hampir 6 tahun tidak pernah bertemu oleh ayahnya.
Dai Rahmat El Rafif atau yang sering dipanggil Dai oleh ibunya, di usianya yang masih belia anak ini diberi cobaan oleh Allah dengan mengidap penyakit leukimia. Menurut cerita dari Ibunya, Eny Windarti, Dai yang waktu itu kesehatannya tidak stabil dibawa menuju ke Rumah Sakit Klaten karena ia mengeluhkan pusing, demam tinggi dan muntah beberapa kali. Kesehatannya yang makin drop membuat Dai membutuhkan transfusi darah selama 10 hari selama di Rumah Sakit.
Karena keterbatasan Rumah sakit untuk mendiagnosa penyakitnya, Akhirnya Dai dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta. Setelah dirawat di rumah sakit tersebut, barulah Dai di vonis mederita kanker darah atau leukimia.
Dengan didiagnosa leukimia, Dai juga wajib menjalani kemoterapi selama 113 minggu. Sontak hal ini membuat Eny Windarti yang sebagai single parents menjadi pontang panting untuk menebus biaya berobat anaknya.
Hanya berbekal BPJS dari pabrik tempat ia bekerja, Eny membayar semua biaya pengobatan anaknya walaupun ada obat yang harus ditebus sendiri saat stocknya kosong. Meskipun begitu Eny tetap mengusahakan agar pengobatan anaknya terbiayai dengan cara menggalang donasi di @semangatsedekah agar anaknya sembuh.
Lagipula semenjak Eny melahirkan Dai, Ia sudah pisah ranjang dengan suaminya kemudian bercerai karena suaminya ingin menikah lagi. Mantan suaminya seakan lepas tangan terhadap Eny dan juga darah dagingnya.
Apalagi Dai, semenjak dari lahir hingga berumur 6 tahun pun Ia tidak pernah bertemu dengan ayahnya. Bahkan saat mantan suaminya diberi tahu kalau anaknya sedang sakit, mantan suaminya tak pernah datang dan menjenguk anaknya, Dai.
Dai Rahmat El Rafif atau yang sering dipanggil Dai oleh ibunya, di usianya yang masih belia anak ini diberi cobaan oleh Allah dengan mengidap penyakit leukimia. Menurut cerita dari Ibunya, Eny Windarti, Dai yang waktu itu kesehatannya tidak stabil dibawa menuju ke Rumah Sakit Klaten karena ia mengeluhkan pusing, demam tinggi dan muntah beberapa kali. Kesehatannya yang makin drop membuat Dai membutuhkan transfusi darah selama 10 hari selama di Rumah Sakit.
Karena keterbatasan Rumah sakit untuk mendiagnosa penyakitnya, Akhirnya Dai dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta. Setelah dirawat di rumah sakit tersebut, barulah Dai di vonis mederita kanker darah atau leukimia.
Dengan didiagnosa leukimia, Dai juga wajib menjalani kemoterapi selama 113 minggu. Sontak hal ini membuat Eny Windarti yang sebagai single parents menjadi pontang panting untuk menebus biaya berobat anaknya.
Hanya berbekal BPJS dari pabrik tempat ia bekerja, Eny membayar semua biaya pengobatan anaknya walaupun ada obat yang harus ditebus sendiri saat stocknya kosong. Meskipun begitu Eny tetap mengusahakan agar pengobatan anaknya terbiayai dengan cara menggalang donasi di @semangatsedekah agar anaknya sembuh.
Lagipula semenjak Eny melahirkan Dai, Ia sudah pisah ranjang dengan suaminya kemudian bercerai karena suaminya ingin menikah lagi. Mantan suaminya seakan lepas tangan terhadap Eny dan juga darah dagingnya.
Apalagi Dai, semenjak dari lahir hingga berumur 6 tahun pun Ia tidak pernah bertemu dengan ayahnya. Bahkan saat mantan suaminya diberi tahu kalau anaknya sedang sakit, mantan suaminya tak pernah datang dan menjenguk anaknya, Dai.
